Sidang Pengadilan Tipikor, Keterangan Saksi Pojokkan Sri Suparmi Mantan Kadisnakan Kab Kediri

INDONESIASATU.CO.ID:

KAB.KEDIRI - Sidang lanjutan perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang menjadikan Sri Suparmi mantan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Kediri sebagai terdakwa kembali di gelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jalan Raya Juanda 82-84, Sedati, Sidoarjo, Kamis (25/5/2018)

Agenda sidang kali ini mendengarkan keterangan saksi-saksi. Saksi yang hadir di antaranya Apriani Dwiwin Dyastuti (Kabid Kesehatan Hewan), Danar Aryani (Kabid Peternakan), serta Nur Hafid (jabatan sekarang Plt.Kepala Dinas Perikanan)," hal itu dijelaskan team JPU Kejari Kabupaten Kediri Ribut Suprihatin.

"Mantan Sekdin Busro Qarim kita hadirkan beserta saksi-saksi lain,"imbuhnya.

Ribut menjelaskan, dari keterangan para saksi di persidangan jelas bahwa terdakwa Suparmi memberi perintah kepada bawahanya untuk menyisihkan anggaran dengan cara menurunkan kwalitas dan memark up proyek.

Namun, bawahan terdakwa sama sekali tidak ikut menikmati sepersepun. Intinya Suparmi memerintahkan kepada bawahannya dan menyetorkanya.Tetapi, mereka tidak menikmati sama sekali,"ungkap Ribut.

Ribut menambahkan, inilah alasan mengapa Kejaksaan Kabupaten Kediri menetapkan tersangka tunggal dalam kasus korupsi Mantan Kadin tersebut.

Modus operandi terdakwa memerintahkan bawahanya untuk mark up proyek dan menurunkan kwalitas.

"Fakta-fakta persidangan nantinya yang akan membongkar rangakaian kasus ini,"jelasnya.

Ia menegaskan bahwa dalam kasus ini bawahan terdakwa sama sekali tidak merasakan atau menikmati hasil dari korupsi, dikarenakan setoran langsung ke Kepala Dinas.

Perlu diketahui, kasus terdakwa anggaran Tahun 2015-2016 merugikan uang negara sebesar Rp 547 juta.

Dalam kasus ini, menyeret Sri Suparmi ditetapkan tersangka oleh Kejari Kabupaten Kediri. Tersangka Sri Suparmi yang dijerat pasal 2 subsider pasal 3 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (prijo)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita