Ribuan Masyarakat Ikuti Acara Tradisi "Balimau Hati" di Kabupaten Pasaman

INDONESIASATU.CO.ID:

PASAMAN --- Berbagai cara dilakukan umat islam untuk mensucikan diri dalam menyambut bulan suci ramadhan. Di Kabupaten Pasaman sendiri, tepatnya di Kecamatan Lubuk Sikaping yakni Nagari Pauah dan Durian Tinggi secara bersama-sama melaksanakan tradisi “Balimau Hati” menyambut bulan suci ramadhan.

Tradisi “Balimau Hati” yang dilaksanakan oleh dua nagari di Kecamatan Lubuk Sikaping itu telah dilaksanakan sejak berpuluh-puluh tahun silam, dimana tradisi ini rutin dilaksanakan setiap menyambut bulan suci ramadhan.

Tradisi balimau ini melibatkan para Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang, tokoh Pemuda serta masyarakat lainnya. Tujuan dilaksanakannya tradisi balimau hati ini adalah untuk saling memaafkan antara sesama umat serta masyarakat yang ada di dua nagari tersebut.

Dalam tradisi "balima hati" seluruh lapisan masyarakat di kedua nagari itu dipertemukan di sebuah Mesjid Raya Pauah – Durian Tinggi. Sebuah mesjid yang terletak persis diantara kedua kenagarian tersebut, yang juga salah satu mesjid tertua di Kenagarian Pauah.

Dalam tradisi itu, para bundo kanduang membawa bunga-bunga rampai yang telah diletakkan di atas sebuah talam. Bunga ini, nantinya dipergunakan untuk mengusap kepala masyarakat yang berniat mensucikan diri mereka.

Perbedaan traidisi balimau di kabupaten ini dengan daerah lainnya salah satunya adalah sesaat sebelum bermaaf-maafan dan memasuki mesjid, kedua nagari itu menampilkan sebuah tradisi lain yang dinamakan “Silek Songsong”, dimana pemuda yang dipilih masing-masing nagari memperlihatkan kebolehannya didepan masyarakat banyak.

“Alhamdulillah, tradisi balimau hati sampai saat ini masih kita jaga dan pelihara nilai-nilainya serta adat dan budayanya. Dan secara turun temurun tradisi ini akan dilaksanakan oleh generasi penerus setiap menyambut datangnya bulan suci Ramadhan,” terang Putra Caniago Kepada Indonesiasatu.co.id , Rabu 16 Mei 2018.

Dia mengatakan, tradisi balimau hati yang digelar oleh Kenagarian Pauah dan Durian Tinggi ini sangat berbeda jauh dengan apa yang pernah dilihat dan dilakukan masyarakat pada saat ini. dimana mayoritas masyarakat lainnya melakukan balimau dengan mandi-mandi di sebuah sungai.

“Tradisi seperti ini akan terus kita lestarikan hingga ke cucu kepenakan kita nantinya. Sehingga tradisi yang telah diturunkan oleh leluhur kita dapat terus terjaga dengan baik,” jelasnya.

Index Berita