Menteri Agama RI Resmikan STAIN Kediri, Menjadi IAIN Kediri

INDONESIASATU.CO.ID:

KOTA KEDIRI – Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin secara langsung meresmikan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) Kediri, yaitu Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri.

Peresmian ini digelar di Gedung Sport Center, dihadiri Rektor IAIN Kediri Dr. H. Nur Chamid, MM, Jajaran Kementerian Agama Islam RI, para Rektor PTKIN di Indonesia, Kamis (26/7/2018) pukul 16.00 WIB.

Hadir pula Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota-Kabupaten Kediri, mitra kerja IAIN Kediri, seperti Kepala Sekolah di Kediri Raya, tak ketinggalan dosen serta ratusan mahasiswapun hadir meramaikan persemian ini.

Peresmian IAIN Kediri ini digelar bersamaan dengan Seminar Nasional bertema “Merangkai Masa Depan Pendidikan Tinggi Islam Moderat”.

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan, upaya tranformasi STAIN ke IAIN membutuhkan perjuangan yang panjang, dan harus memiliki visi yang sangat kuat. Dimana Founding Father pendiri STAIN Kediri saat ini sangat bersyukur dan berbahagia, mengingat beralih status menjadi IAIN Kediri.

"Para pendiri dan perintis yang STAIN Kediri yang sudah memberikan sumbangsih dan membesarkan lembaga atas perubahan IAIN Kediri diharapkan menjadi kiblat pendidikan islam tidak hanya di Mancanegara tapi juga kelas dunia," harap Menag.

Dr. H. Nur Chamid, MM menyampaikan dengan peresmian IAIN Kediri akan terus berkembang menjadi Menjadi Perguruan Tinggi Unggul dan Bertaraf Internasional dalam Pengembangan Keilmuan, Keislaman, dan Keindonesiaan.

Menurut Nur Chamid bahwa IAIN Kediri akan berupaya keras untuk menyelenggarakan Pendidikan dan pengajaran yang berkualitas, profesional, dan akuntabel berbasis teknologi informasi, Penelitian untuk pengembangan keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan.

Pengabdian masyarakat berlandaskan keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan. Serta menjalin kerjasama dalam dan luar negeri di bidang pengembangan kelembagaan, keilmuan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

"Dan membangun tata kelola Perguruan Tinggi yang unggul dan profesional dalam menghasilkan pelayanan prima kepada sivitas akademika dan masyarakat," tuturnya.

Ia menambahkan setiap tahun, jumlah mahasiswa IAIN Kediri mengalami kenaikan, tentunya juga disertai sarana dan prasarana dalam mendukung akademik.

"Terutama dalam hal menyediakan gedung perkuliahan yang representatif dan memadai. Begitu juga gedung perpustakaan serta literasi untuk meningkatkan kualitas akademik mahasiswa,"ungkapnya.

Peresmian peralihan status STAIN Kediri menjadi IAIN Kediri ditandai pemukulan gong sekaligus penandatanganan 3 prasasti, gedung perpustakaan IAIN, gedung kuliah IAIN dan Kampus IAIN oleh Menag RI Lukman Hakim didampingi Rektor IAIN Kediri DR.H.Nur Chamid,MM serta Hj.Lilik Muhibbah Wakil Walikota Kediri.

Sementara Ropingi El Ishaq selaku Bidang Lab Komunikasi IAIN Kediri menyampaikan, bahwa dengan peralihan STAIN ke IAIN akan bisa berkembang dari sisi kelembagaan maupun peran terhadap masyarakat sekitar, termasuk peran terhadap Pemerintah Daerah.

"Disamping peran kelembagaan juga terhadap sosial kemasyarakatan, cakupannya lebih luas dan tuntutan masyarakat," beber Ropingi.

Ia berharap dalam hal pendidikan dan penelitian-penelitian akademik bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, serta dengan pengabdian masyarakat bisa membantu Pemerintah Daerah untuk pengembangan daerahnya.

Ropingi menambahkan bahwa Peralihan ke IAIN sudah dimulai sejak awal tahun 2013 dari pihak STAIN sudah melakukan secara intens terkait peralihan STAIN menjadi IAIN.

"Pada saat Pemerintahan Joko Widodo lebih intens lagi dan baru sekarang bisa terealisasi menjadi IAIN Kediri. Peralihan IAIN Kediri juga bersamaan dengan IAIN Kudus, IAIN Madura, IAIN Papua. (prijo)

  • Whatsapp

Index Berita