ITS Sukolilo, Surabaya Pimpin Langsung Mudji Irmawan, Tes Uji Beban Jembatan Brawijaya, Kota Kediri.

INDONESIASATU.CO.ID:

KOTA KEDIRI - Tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Sukolilo, Surabaya melakukan uji beban Jembatan Brawijaya, Kota Kediri yang sudah mangkrak selama 4 tahun lamanya, Kamis (20/5/2018) pukul 09.00 WIB.

Tes uji dipimpin langsung Ir.Mudji Irmawan, MS dari ITS Surabaya selaku Ketua Tim Penguji Beban Jembatan Brawijaya dikonfirmasi wartawan menjelaskan, pengujian jembatan dengan melibatkan truck sebanyak 16 Truck bermuatan, dengan berat total 444 ton. Tiap truck masing-masing berat berserta isi matrial sekitar 25 ton hingga 26 ton.

Mudji yang Asli Gunung Kloyok Kediri ini, melakukan uji beban Jembatan Brawijaya awal posisi truck berjajar awal 4 truck terlebih dengan berat 200 Ton lebih dahulu.

Disusul lagi, 16 truck yang diawali Jembatan dari sisi Barat Sungai. Kemudian, dilanjutkan sisi Timur Sungai 16 truck.

Uji beban ini, sebelumnya sudah dilakukan dengan memasang berbagai peralatan untuk mengukur getaran jembatan. Melibatkan kendaraan berat dengan berbagai ukuran akan digunakan dalam uji coba tersebut," terang Mudji.

Mudji menyampaikan, bahwa Pertama defleksi berupa pengukuran penurunan jembatan saat dilalui beban kendaraan. 

"Posisinya untuk mengetahui guncangan kendaraan, bisa dirasakan seperti orang dugem," beber Mudji yang juga Dosen Teknik Sipil ITS. 

Ia memperkirakan hasil laporan uji beban Jembatan Brawijaya bisa diberikan ke Dinas PUPR selama satu bulan paling lama, dan paling cepat satu minggu.

"Hasil laporan uji beban sebagai rekomendasi untuk melanjutkan pembangunan Jembatan Brawijaya ini untuk diteruskan," urainya.

Disinggung standart lamanya jembatan untuk bisa beroperasi, Menurut Mudji bahwa jembatan secara ekonomi bisa digunakan selama 50 tahun, namun untuk standartnya jembatan bisa beroperasi selama 25 tahun.

"Hasil perhitungan tersebut nantinya dapat ditentukan batas beban jembatan dan perhitungan usia jembatan. Sekaligus sebagai rekom untuk melanjutkan pembangunan Jembatan Brawijaya sepanjang 177 meter," ungkapnya.

Untuk diketahui, bahwa Jembatan Brawijaya ini sudah lama mangkrak kurang lebih 4 tahun. Hari ini, upaya Pemkot Kediri melakukan uji beban Jembatan Brawijaya, melalui Dinas PUPR merupakan langkah awal untuk bisa melanjutkan pembangunan jembatan tersebut.

Tahun ini, masyarakat Kota Kediri berharap Pembangunan Jembatan Brawijaya bisa dilanjutkan, sehingga masyarakat Kediri dan sekitarnya bisa menikmati dan juga bisa mengurai kemacetan.

Jembatan Brawijaya ini sebelumnya dianggarkan dari dana APBD 2014. Empat tahun lalu, sudah dianggarkan untuk mega proyek Jembatan Brawijaya sebesar Rp 66 Milliar. (prijo)

  • Whatsapp

Index Berita